Cara Membuat Biodata Narasi yang Baik

Hai, sobat!
Kami yakin rata-rata setiap orang tahu biodata, apalagi kalangan pelajar sudah sangat lumrah mendengarnya. Tetapi, sebagian besar masih banyak tidak mengetahui yang sifatnya narasi, karena jarang penggunaannya. Hanya pada peristiwa tertentu saja, seperti mengikuti lomba menulis puisi, cerpen, fiksi mini, dan sebagainya.

Biasanya dalam perlombaan yang diselenggarakan secara online, pihak panitia mensyaratkan para partisipan harus membuat biodata narasi kemudian dikirim bersamaan dengan karya. Sayangnya, masih ada beberapa peserta merasa kebingungan, terutama bagi mereka yang pertama kali mengikuti. Salah satu faktor penyebab itu terjadi karena ketidaktahuan, bahkan tak sedikit yang menghubungi penyelenggara untuk bertanya agar dapat penjelasan mengenai hal tersebut, namun tak ada tanggapan. Hingga pada akhirnya mereka terpaksa sekaligus nekat membuat biodata biasa seperti pada umumnya. Itu hal yang wajar, mengingat penyelenggara tak ada waktu untuk menanggapi, karena ada hal lebih penting yang harus dikerjakan. 

Sebenarnya biodata narasi sama saja dengan biodata pada umumnya, hanya ada sedikit perbedaan yaitu dari segi sifatnya. Biodata yang bersifat narasi teksnya dibuat berupa paragraf atau cerita. Adapun cara pembuatannya sangat gampang, hanya perlu menambahkan beberapa kata saja sekaligus rangkai menjadi kalimat yang bagus, seolah-olah para pembaca terkesan seperti sedang membaca cerita.

Berikut ini contoh biodata :
Nama : Ade Pratama
Jenis kelamin : Laki-laki
Nama panggilan : Tama
Tempat dan tanggal lahir : Bogor, 9 Maret 1996
Alamat : Banjarsari, Lebak, Banten, 42355
Hobi: Membaca dan menulis
Latar belakang pendidikan : Mahasiswa di Universitas Indonesia
Nomor telepon : 083831317070
Di atas adalah contoh biodata biasa, sedangkan berikut ini contoh biodata narasi :
Ade Pratama, akrab disapa Tama. Pria kelahiran Bogor, 9 Maret 1996 ini beralamat di Banjarsari, Lebak, Banten, 42355. Membaca dan menulis adalah hobinya. Saat ini ia tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Indonesia. Ia bisa dihubungi melalui telepon dengan nomor 083831317070.
Nah, berbeda kan? tentu saja biodata narasi terlihat lebih menarik. 

Oh iya, ada sesuatu yang mesti sobat ketahui yaitu teknik agar biodata narasi tersebut singkat, jelas, sekaligus padat tetapi tetap terlihat menarik. Itu juga sebenarnya tidak cukup, yang paling utama adalah bagaimana agar terlihat baik.

Cara membuat biodata narasi yang baik :

1. Hindari penggunaan kalimat yang berlebihan atau bertele-tele

Ini merupakan teknik agar biodata narasi yang ditulis menjadi singkat, jelas, dan padat. Kenapa penggunaan kalimat yang berlebihan perlu dihindari? karena akan menyebabkan minat baca seseorang menjadi menurun dan sebagian besar para pembaca ingin menuju pada poin pentingnya saja.

Contoh :
Ade Pratama, dalam kehidupan sehari-hari sering dipanggil Tama. Berawal dari seringnya membaca karya puisi Chairil Anwar, ia kini hobi terhadap menulis puisi.

Sebaiknya di ubah menjadi :

Ade Pratama, akrab disapa Tama. Ia hobi menulis puisi.
2. Jangan mencantumkan informasi yang tidak penting

Contoh :
Ade Pratama, akrab disapa Tama. Ia sering mengisi waktu luang dengan membaca buku bersama kekasihnya, biasanya membaca buku selama 1 jam dalam sehari.

Sebaiknya diubah menjadi :

Ade Pratama, akrab disapa Tama. Ia sering mengisi waktu luang dengan membaca buku.
Informasi mengenai dengan siapa membaca dan berapa lama membacanya itu tidak penting.

3. Jangan menghiasi biodata narasi dengan kalimat yang terkesan curhat

Terkadang ada orang yang keliru, membuat biodata narasi agar menarik yaitu dengan cara dihiasi kalimat berisi curhatan. Biodata menarik sebenarnya cukup ditambahkan beberapa pilihan kata yang tepat dan tidak mengandung kalimat curhatan.

Contoh :
Ade Pratama, sering dipanggil Tama. Tetapi ada juga yang memanggilnya Tomo, tapi ia sendiri merasa keberatan bila dipanggil Tomo, sebaiknya panggil Tama saja.

Sebaiknya ubah menjadi :

Ade Pratama, akrab disapa Tama atau Tomo.
Agar biodata terlihat menarik di sini sebetulnya hanya cukup tambahkan beberapa pilihan kata yang bagus sekaligus ubah kalimat tertentu dengan kalimat lain yang maknanya sama, namun lebih singkat.

Contoh:
Ade Pratama, sering dipanggil Tama atau Tomo.

Bisa diubah menjadi :

Ade Pratama, akrab disapa Tama atau Tomo.
Kalimat sering dipanggil diubah menjadi akrab disapa, maknanya sama tetapi kalimat akrab disapa memiliki nilai tambahan karena terlihat bagus dan lebih singkat. Sobat bisa mengabaikan poin ini, karena menarik atau tidaknya itu tak terlalu penting. Tapi bila sobat sedikit berkreasi maka akan menambah nilai tambahan.

4. Jangan menjelaskan yang bukan diri sendiri

Maksudnya, ketika membuat biodata narasi usahakan informasinya hanya menjelaskan diri sendiri, jangan sampai ada orang lain yang ikut diceritakan.

Contoh :
Ade Pratama, akrab disapa Tama. Ia memiliki adik yang bernama Rosiana Melinda dan kakak bernama Muhammad Al Fatih. Adik dan kakaknya memiliki status yang sama dengannya yaitu sebagai pelajar.

Sebaiknya ubah menjadi :

Ade Pratama, akrab disapa Tama. Ia anak ke-2 dari 3 bersaudara.
5. Buatlah biodata narasi menggunakan sudut pandang orang ketiga

Penggunaan sudut pandang orang ketiga dalam membuat biodata narasi sangat dianjurkan, karena akan terkesan rendah hati. Usahakan jangan menggunakan sudut pandang sendiri, seperti menggunakan kata saya, aku, dan sebagainya. Sebab akan terkesan menyombongkan diri.

Contoh :
Saya bernama Ade Pratama, dalam kehidupan sehari-hari saya sering dipanggil Tama.  Saya pernah terpilih sebagai juara 1 lomba menulis cerpen tingkat nasional.

Sebaiknya diubah menjadi :

Ade Pratama, akrab disapa Tama. Ia pernah terpilih sebagai juara 1 lomba menulis cerpen tingkat nasional. 
6. Batasi jumlah penggunaan kata

Usahakan jangan membuat biodata narasi yang terlalu panjang. Misalnya kita diberi tugas untuk membuat biodata narasi maksimal jumlah katanya yaitu 200, jangan sampai kita membuat biodatanya lebih dari 200 kata.

Demikianlah cara membuat biodata narasi yang baik. Semoga bermanfaat ...
Bila sobat memiliki cara selain yang sudah disebutkan di atas, jangan lupa berbagi, ya.
Donasi melalui paypal Bantu berikan donasi jika bacaannya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain www.tamapedia.com.

Berlangganan bacaan terbaru melalui email:

Buka Komentar

Hai sobat! sebaiknya baca peraturan komentar terlebih dahulu :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel