Seputar ISBN

Hai, sobat!
Hampir di setiap buku-buku yang kita baca, terdapat barcode yang terletak di belakang sampul bagian bawah. Bila barcode tersebut discan atau dipindai menggunakan aplikasi, maka akan muncul ISBN secara otomatis, sehingga kita bisa melacak informasi mengenai buku tersebut di situs perpustakaan nasional republik Indonesia.

Tak hanya itu, ISBN akrab pula kita jumpai di balik halaman judul sebuah buku, biasanya terletak di sela-sela nama pengarang, penyunting, dan lain-lain.

Berikut ini informasi seputar ISBN yang dikutip dari PNRI :

  • Pengertian

ISBN (International Standar Book Number) adalah kode identifikasi yang terdiri dari 13 digit, didalamnya terkandung berbagai informasi mengenai judul, penerbit, dan lain-lain.

  • Fungsi

ISBN memiliki beberapa fungsi, di antaranya :

  1. Memberi identitas pada satu judul buku yang diterbitkan oleh penerbit
  2. Memperlancar arus distribusi sebuah buku
  3. Sarana promosi bagi penerbit karena informasi pencantuman ISBN disebarkan oleh Badan Nasional ISBN Indonesia di Jakarta

Berikut ini tanya jawab seputar ISBN :

1. Bagaimana cara mendapatkan ISBN?

ISBN bisa didapatkan oleh penerbit yang terdaftar di perpustakaan nasional republik Indonesia, dengan cara mengajukan surat permohonan ISBN. Jadi, bila sobat selaku penulis yang ingin bukunya memiliki ISBN, silakan serahkan naskahnya ke penerbit, nanti penerbit tersebut akan membantu mengajukan permohonan ISBN ke PNRI.

2. Apakah ISBN itu bisa didapatkan secara gratis?

Tidak. Meskipun pada saat mengajukan permohonan ISBN tidak dikenakan biaya administrasi. Akan tetapi sesuai undang-undang nomor 13 tahun 2018 tentang serah-simpan karya cetak dan karya rekam (Pasal 4) penerbit diwajibkan menyerahkan 2 buku setiap judul ke :

Kelompok Penerimaan SSKCKR
Sub Direktorat Deposit
Direktorat Deposit Bahan Pustaka
Gedung Perpustakaan Nasional RI Blok E lantai 7
Jl. Salemba Raya no. 28A Jakarta Pusat

dan 1 buku setiap judul ke perpustakaan daerah di ibukota provinsi di mana buku diterbitkan.

Nah, sebelum buku diserahkan. Maka penerbit harus mengeluarkan dana untuk mencetak buku dan membayar ongkos kirim ke pihak ekspedisi untuk mengantarkan buku ke perpustakaan nasional dan perpustakaan daerah.  Jadi, jelas bahwa ISBN itu tidak gratis.

3. Apakah ISBN itu wajib ada dalam sebuah buku?

Tidak wajib. Bahkan sobat bisa menerbitkan buku tanpa ISBN atas nama perseorangan dengan menggunakan nama penerbit sendiri.

4. Apakah buku tak ber-ISBN itu ilegal?

Tak ada hubungannya dengan legal atau ilegal, yang membuat sebuah buku menjadi ilegal adalah bila kontennya mengandung unsur plagiasi, pembajakan, dan lain-lain.

5. Lalu apa perbedaan buku yang ber-ISBN dan yang tidak ber-ISBN

Perbedaannya buku ber-ISBN akan tercatat di Arsip Nasional, juga lebih mudah dikenali dan dicatat secara administratif. Sedangkan buku tak ber-ISBN sebaliknya. Buku ber-ISBN akan lebih terlihat profesional dibanding buku tidak ber-ISBN.

6. Berapa lama proses mendapatkan ISBN?

ISBN akan didapatkan dalam jangka waktu maksimal 5 hari jam kerja, setelah permohonan diajukan.

Demikian informasi seputar ISBN, semoga bermanfaat ...
Donasi melalui paypal Bantu berikan donasi jika bacaannya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain www.tamapedia.com.

Berlangganan bacaan terbaru melalui email:

Buka Komentar

Hai sobat! sebaiknya baca peraturan komentar terlebih dahulu :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel